“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun?
Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin,
akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”

- Pramoedya Ananta Toer -

 

Menerima naskah cerpen dan puisi atau coretan jenis lain yang akan diseleksi dan diterbitkan di kolom ini setiap satu minggu sekali.

Naskah maksimal 4 halaman A4, spasi 1.5, font Times New Roman 11 pt.

Kirimkan pada hari Kamis-Jumat via coretansahabat@intisharpublishing.com

15

Sep

  Semua tetap sama. Aku masih berdiri di depan sebuah kafe yang bercat cokelat dengan b...

15

Sep

  Pemandangan yang sangat menjijikan. Cih, bagaimana bisa mereka beradu kata dalam balu...

15

Sep

  "Oh Sayang … aku kini telah berubah, sesuai gambaran ideal tentang seoran...

15

Sep

  Ketika segerombolan cinta berdatangan Memeluk nadi yang berhawa Angkasa merebahkan ...

30

Aug

  Sudah kukatakan bukan, pohon-pohon yang kita tanam dulu Dialah yang  akan men...

28

Aug

  Ya, betapapun langkah begitu jauh berjalan menyusuri hutan, lembah, juga ladang-ladan...