Workshop Perlombaan Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMP
Workshop Perlombaan Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMP
Workshop Perlombaan Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMP
Workshop Perlombaan Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMP
Workshop Perlombaan Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMP
Workshop Perlombaan Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMP

Workshop Perlombaan Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMP

Penulis : Abdul Hakim

Di publish tanggal 2017-08-26 13:25:28

 

Buku adalah jendela dunia, begitu kata bijak itu memberi nasehat. Lewat buku pula kita bisa berbagi, menuangkan imajinasi dan tak ketinggalan bisa mempererat tali silaturahmi. Seperti yang saya alami beberapa waktu lalu. Dalam sebuah kesempatan bertajuk Workshop Perlombaan Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMP di hotel Empire Surabaya.

Berkumpul dengan guru-guru hebat se-Indonesia saya berkesempatan mempromosikan buku cerita anak (cernak) Joko Terop dan Dewi Periuk serta Sang Kancil: Terdampar di Negeri Jiran. Sambutannya luar biasa, mereka takjub dengan buku cerita anak bergambar ini. Bukan tanpa sebab. Para guru ini sebenarnya juga orang-orang pilihan yang sebagian juga sudah menerbitkan buku. Tetapi melihat buku khusus anak, hal ini jarang mereka temui. Apalagi tampilan dan isi ceritanya lain daripada yang lain. Gambarnya tajam, kualitas bukunya mantab. Maka dalam sekejap, beberapa buku cernak saya ludes.

Senangnya, buku-buku itu terbang ke pulau seberang. Ada yang ke Manado, Ambon, Bali, Papua serta mampir ke beberapa kota di Jawa. Alhamdulillah, bukan masalah laku atau tidak, tetapi setidaknya buku cernak ini diterima, bahkan bisa menjadi inspirasi bagi pembaca untuk ikut pula membuat buku.

Dan kebahagian saya bersambung, tatkala cernak saya bawa ke forum MGMP Matematika, guru-guru pun menyambut.

“Aduh, comelnya buku Pak Hakim, beli dua sekalian dong. buat anakku.” Orang tua yang baik, memberi hadiah terbaik buat cucunya dengan buku.

Untung yang comel bukunya. Kalau yang comel penulisnya, wah…, bisa-bisa sampai rumah, saya langsung ngaca...

“Benarkah penulis bukunya juga comel, kayaknya lebih ganteng dan manis dech dibanding Joko Terop.” Semoga kacanya tidak pecah.

 

 


Abdul Hakim