Siapa yang tidak pernah memiliki masalah dalam hidup ini? Pasti punya meskipun hanya sebatas kutil kecil di ketiak, atau kebiasaan kentut dengan bau yang sangat busuk.
Lalu, apa yang biasanya terjadi saat ada masalah? Dijauhi banyak orang, dimaki-maki, dimarahi, dibenci dan mungkin ditinggalkan. Hal ini lumrah terjadi. Sebagai contoh, ketika kita berada, banyak uang, sukses, maka di sekeliling kita banyak sekali teman dan rekan, yang ikut haha hihi ke mana pun kita mau. Mereka menyanjung saat kita belikan perhiasan, makan enak, atau berfoto di spot foto bergengsi. Kemudian saat kita ada masalah, keuangan goyang, aset mulai terjual satu per satu, mereka menghindar. Alasannya sibuk ini, sibuk itu, ada urusan ini, ada urusan itu, saat kita butuh ditemani. Tak ada kecurigaan, karena story WA tak menunjukkan tanda-tanda perubahan. Namun, tak jarang kita menemukan dari postingan teman lain, mereka sedang berhaha hihi dengan orang lain yang notabene adalah saingan, musuh atau seteru kita.
Itu adalah hal kecil yang biasa terjadi. Lalu pada saat itu, kita menyesal. Merasa bodoh karena ternyata bertemu dengan orang yang salah. Mereka tak ada saat kita butuh.
Namun, pemikiran ini juga ternyata menjadi racun. Karena membuat hati terluka, merasa marah, emosi, ingin merengek dan sebagainya agar mereka kembali. Berusaha menunjukkan bahwa kita baik-baik saja dan seharusnya mereka juga.
STOP! Berhentilah!
Ubah mindset.
Berhenti membenci, berhenti sedih atau marah. Bersyukurlah, karena Tuhan ternyata menjauhkan orang-orang toxic dari hidupmu lebih cepat sebelum mereka menjadi belatung dalam perjalananmu.
Tetaplah berdiri tegak, bergerak, lakukan hal positif sekecil apa pun, biarkan energi positif mengalir dan tanpa terasa, kita benar-benar baik-baik saja tanpa hal fana yang kita takutkan.
Kamu jatuh?
Lelah?
Letih?
Tak ada apa-apa?
Berhenti sejenak. Menepi. Tapi jangan menyerah.
Hidup harus tetap berjalan … sebagaimana mestinya.
2 November 2025
Tulisan ini dipersembahkan untuk mereka yang menggerakkan angin di saat napas nyaris terhenti. (Rose, Tary, Vivi.)